Digital Fortress
Hmmh, sebenarnya sudah hampir setahun lalu novel ini teronggok di almari. Sengaja di beli oleh istri saya di hari ultahnya.
Sejak sibuk jadi orang tua sepertinya malas untuk membolak-balikan buku lagi. Tetapi secara gak sengaja saya membaca judul bukunya kok kayanya menarik juga.
Pake bahasa Benteng digital segala. Langsung cari resensi di wikipedia.
Susan Fletcher adalah matematikawan jenius yang bekerja sebagai kepala divisi kriptografi National Security Agency (NSA). Fletcher berhadapan dengan kode yang tidak bisa dipecahkan oleh komputer super NSA. Kode ini ditulis oleh Ensei Tankado, kriptografer Jepang mantan anggota NSA, yang tidak senang dengan cara-cara NSA memata-matai privasi masyarakat. Tankado menjual kode ini di situs webnya, dan mengancam akan menyuruh temannya menyebarkan kode ini secara gratis apabila ia dibunuh.
Tankado kemudian ditemukan telah terbunuh di Sevilla, Spanyol. Fletcher bersama tunangannya, David Becker, seorang ahli bahasa yang memiliki ingatan eidetik, harus menemukan cara untuk menghentikan penyebaran kode ini.
Wew, ada kriptografi-kriptografi-an segala, pasti ada sesuatu kode yang harus di pecahkan. Jadi tertarik buat mbaca juga nih. Tapi tebelnya itu minta ampun dah
Sampeyan ada yang pernah baca? kasih bocorannya dong, bedewei seruan mana sama Detektif Conan ya?
Filed under: iseng, thought | 24 Comments

saya dong, udah baca, bahkan ada quote yang saya suka

baca aja jeung, ngga nyesel kok
wuih, arisan bisa tambah nih agendanya, review buku, hihihi
keknya keren tuh.. belom pernah liat
tapi keknya masih kerenan doraemon deh…
saya udah baca juga
seru lho, jeung…
seru kok bukunya…..
Iya tuh, quote-nya juga pernah dijadiin postingan sama om Goop..
Seru sih, hanya saja, kalau bisa jangan mbaca novel Dan Brown yang lain dulu, sebab kalau sudah membaca yang lain, yang satu ini jadi kurang greget..
Maklum, novel ini adalah novel pertama Brown..
saya belum baca
baru donlot ebooknya..hihi
kalo saya mah pasti tetep milih si conan
wah Novel…. cape mbacanya
nggak ada gambarnya
cari buku nya ah.. kayak nya seru tuh..
Udah. Tapi….
Saya agak kecewa sama ceritanya. Ehm,.. gimana ya, plot twist nya gak se-seru DaVinci Code atau Angels & Demonds. Kurang menegangkan gituh.
Soalnya si Dan Brown masih bercerita seputar teka-teki dan konspirasi sih, jadi wajar saja kalu saya membanding2kan dengan buku terdahulunya hehe.
Eh, baru baca komennya Nazieb….
Hehehe, gak nyadar kalo ini buku pertama-nya Dan Brown hehe.
Ampuuun.
Lumayan sih, dan juga sudah mengangkat beberapa teknologi yang ‘dianggap’ masih mustahil pada saat ini. Tapi, sedikit banyak, ada relevansi dengan kenyataan yang ada sekarang
wew, sms yg di acak dr susan buat david becker bikin penasaran ajah nih
IMO masih seruan Da Vinci Code ato Deception Point kalo novel Dan Brown lho
Saya lebih suka detective conan…
saya,.. saya kemarin baru habis baca teenlit The Princess and The Pauper.
*gak nyambung ya???*
kok kayaknya udah ada Filmnya bener kagak abang ama none?
apa ada kartunnya juga kaya si Conan?
apakah itu tentang resep masakan ???
#kangmoemet
wakakakakkaa, dasar perut karet
weh, udah berapa lama ya baca buku ini..
seruu.. bener2 ngerasa kalau kita ada di ceritanya jeng.
Digital Fortress seru. Luar biasa..!
Saya baca dari halaman pertama sampai terakhir ngga bisa berhenti. Alurnya seperti puzzle, khas Dan Browns. Pembaca diberikan potongan-potongan kecil gambar yang makin lama makin jelas ketika disusun.
Bagi yang hobi di dunia komputer dan matematik, jelas akan lebih seru, karena banyak istilah-istilah (terms) programming yang menarik dan aplicable pada kasus Digital Fortress ini. Membaca buku ini akan membuat pemahaman tentang dunia hacker dan security-issue menyangkut komputer tanpa perlu benar-benar ahli komputer, sebab rangkaian2 kisah David dan Susan beserta karakter2 lainnya yang disusun Brown membawa pembaca merasakan langsung alur ketegangan pertarungan hackers2 kelas atas yang dibumbui kegiatan spionase dan agen rahasia.
Satu hal yang luar biasa dari buku Browns ini adalah prolog dan epilognya. Dari seluruh rangkaian kejadian-kejadian itu, Browns menegaskan kembali dalam epilognya apa yang sudah dituliskan dalam prolognya dengan fakta yang tidak terduga-duga sebelumnya.
Baca buku ini!
Pernah liat di Gramedia
#22
benul…..
ternyata oh ternyata….:lol: