Roman Picisan di Stasiun Tugu

13Sep07


Bila bulan puasa datang begini, hati saya tidak bisa dibohongi suka merasa sedih sekaligus pilu.
Mengingat kenangan dulu, pernah mengalami yang namanya PJJ alias pacaran jarak jauh dengan mantan pacar. Yang kebetulan dia dulu masih bekerja di Jakarta. Jadi kalo ketemuan cuma pas hari lebaran.
Kalau puasa sudah tiba, rasanya hati ini dag-dig-dug mau ketemu sama pacar, wuiiiiiiih setahun gak ketemu, paling2 ketemu cuma ketemuan di telepon dan sms doang.
Walaupun saya musti bela2-in antre sebulan sebelumnya di Stasiun Tugu, demi mendapatkan 1 buah tiket bakal pacar mudik kembali ke Jakarta nanti. Bayangkan saja antre dr jam 1/2 4 subuh, padahal loket baru buka jam 7 pagi, udah begitu kita desak2-an sama orang2 yang bertujuan sama “demi 1 buah tiket mudik”.

Dan di stasiun Tugu pula, saya biasanya melepas kepergian pacar saya kembali ke Jakarta. Saya bahkan sudah lupa seberapa sering saya nangis kalo ngenterin pacar saya.
Pasti anda2 akan menilai saya cengeng, karena sebagai pria tentu tidaklah pantas menangis di depan pacar.
Tentu saja anda semua salah.
Karena saya tidak pernah menangis di depan pacar saya. Sebagai pria tentu saja saya harus kelihatan tegar dan dewasa melepas kepergian dia yang hanya sementara. Bahkan saya berusaha ‘ngeneng-nengi” (mendiamkan) pacar yg sering sesegukan. Bahkan sampai kereta pergi membawa pacar-pun, saya tidak menangis.

Tetapi ketika kaki ini melangkah menuju parkiran Stasiun Tugu untuk pulang, sering saya tidak bisa membendung air mata yang mengalir hangat di ujung sudut mata. Gak tau itu air mata sedih karena ditinggal pacar, atau air mata kejengkelan karena saya belum puas ketemuan sama pacar saya.
Bahkan sampai melewati sepanjang Jalan Malioboro-pun kadang air mata saya masih saja mengalir hangat di sudut mata saya, gemerlapan seperti berlian terkena cahaya lampu hias.

Disclaimer :
Gbr. Stasiun Tugu saya ambil dr sini



7 Responses to “Roman Picisan di Stasiun Tugu”

  1. 1 Pipit

    hiks, jadi terharu, heuheu ….. aku bantuin nangis dech, ga maluw kok nangis,……. hwahaha—jadi ingt mudik juga neh,

  2. 2 DeathnotE

    nangis menunjukan bahwa kita memang benar2 seorang MANUSIA kok jeng😀

  3. 3 agung

    kalau emang bikin lega, ya nangis aja .gpp kok.. need a shoulder to cry on, jeng ? *pasang tampang menggoda*

    wakakaka

  4. 4 DeathnotE

    wakakakak
    jadi pengen nangis lagi jeng😀

  5. 5 boo

    mbakayune… mbakayune…
    ternyata kang nanang hatinya masih mendua

    mbakayune sama saya ajah yah?😛

    /ngaciiiiirrrrr ……..

  6. 6 Kiyat

    tp kan sekarang sudah di peluk terus jeng…. wekekekkekek

    gak sah nangis.. hui hui huiii

  7. 7 DeathnotE

    @jeng boo

    pssssssssssssst, tak lempar lele bakar lo !!!😀

    @jeng kiyat
    Gara2 pelukan terus, ada ‘dedek’ bentar lagi jeng😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: