Pemilu AS, Perang dan Sebuah Harap

18Jan08

Wew, judulnya ngeri ! sok politis dan agak bernada provokative. Padahal sih, sebenarnya saya cuma mau menyampaikan harapan saya berkenaan sebentar lagi akan di adakannya pemilihan presiden di negara  yang  sok kuasa itu.

Lalu, apa sebenarnya keinginan saya itu sodara? 

Kemenangan Hillary Clinton pada Pra Pemilihan Calon Presiden Partai Demokrat di New Hampsire (8/1), membawa secercah harapan khususnya kepada saya yang sudah muak sangat kepada arogansi dan hobi perang negara adikuasa itu. Apapun dalih mereka.  Karena otak saya sangat tidak bisa menerima di era modern begini, masih ada dan terjadi pendudukan sebuah negara oleh negara lain. Lalu, apa hubungannya perang dengan kemenangan sementara Hillary?

Begini sodara. Saya berharap semoga dia terpilih jadi Presiden yang baru pada pemilihan nanti. Waloupun, dia bukan apa-apanya saya, bukan juga  tante ataupun mbok de saya, tetapi saya menyimpan sedikit harap seandainya Amerika nanti di pimpin oleh seorang wanita semoga kebiasan buruk amerika yang suka perang bisa sedikit berubah, syukur-syukur bisa sembuh.

Lho, kenapa harus Hillary? kok gak calon yang lain?

Menurut piling feeling saya,  seorang wanita akan lebih bisa  bersikap lembut dalam memimpin, karena wanita menurut psikolog lebih mementingkan perasaan. Mau bukti? negara kita juga-kan pernah di pimpin oleh seorang wanita, nyatanya beliau lebih suka diam dan menangis. Entah diam dan menangisi apa…..



19 Responses to “Pemilu AS, Perang dan Sebuah Harap”

  1. jadi kepengen tau, bagaimana tampang US kalau di pimpin oleh seorang wanita, gimana yach?

  2. saya aja yg jadi presiden ya? wakakakakaka…

  3. Detnot gak berminat jadi presiden??😆

  4. 4 boo

    liat… baca… angop… berlalu…

    *sambil ngomel, ra ngurus presidene sopo, y****i tetep berkuasa*

  5. Dukung detnot debagai Camat Bantul !

  6. Berarti syarat jadi presiden itu perlu ditambah kudu pinter nangis dan pendiam ya?😀

  7. nangis melulu, banjir donk …. tergantung wanitanya sih, tapi saya ga demen kalau Indonesia dipimpin sama wanita yang dulu, kalau ke bencana alam datangnya seminggu atau dua minggu lagi :p

  8. SAYA TEBAK OBAMA! YANG MENANG

  9. hidup detnot!!!hidup detnot!!!hidup detnot!!!hidup detnot!!!

  10. btw hillary siapa jeng?

  11. tapi kalo si tante hillary kena pengaruh suaminya mungkin gak ya? eh btw gak mungkin lah.. suaminya juga kan gak suka perang, tapi suka wanita😀

  12. Hillary jelas bukan tante sampeyan. Lha wong tante sampeyan namanya Rosa kan?

    Insya Allah Nusantara ini sedang bergerak untuk menjadi pusat alam semesta, semoga masih hidup sampai saat itu tiba.

    Eh barusan aku ngomong apa ya?:-/

  13. semoga dengan terpilihnya bude hillary clinton bisa membawa perubahan yang positif terhadap dunia pd umumnya, gak ada lagi perang2an dengan negara lain

  14. vote obama!!
    lah emang sy pemilih?!?!

  15. lha saya kok lebih suka Obama ya. Anak menteng gitu lho.. 😀

  16. ++ dodot ++
    waiting mode : on

    ++ jiban ++
    bleh jeng jadi presiden ependi xixiixx

    ++ adit ++
    gak, lebih suka jadi rakyat. bisa demo😀

    ++ boo ++
    hus hus hush

    ++ starboard ++
    ogah ane jadi camat, sekolahnya susah musti di gebugin dulu di IPDN😀

    ++ bambang ++
    sapa bilang om?😀

    ++ aulia ++
    situ aja yng jadi persidennya

    ++ nicoustic ++
    berani taruhan bro😀

    ++ imam ++
    hilari orang bojong kenyot

    ++ jimmy ++
    setuju

    ++ jeng sendal ++
    Rosa, sahabat say ajeng xixixi

    ++ ridu ++
    amin

    ++ didut ++ n ++ evan ++
    situ anak menteng ya ?😀

  17. mbok de Hillary rumahnya sebelah mana Pak?

  18. 18 detnot

    ++ mimi ++
    loh, bukane sampeyan ponakannya?

  19. siapa pun yang akan menjadi presiden nantinya melalui pemilihan tahun ini menurut saya tidak akan jauh berbeda dengan bentuk pemerintahan sebelumnya. Harap diketahui – pasca perang dingin – AS telah memantapkan dirinya agar selalu menjadi negara superior. Hal itu tercermin dalam politik luar negeri AS melalui pernyataan presiden Bush senior. Selama hal ini menjadi tolak ukur pemerintah AS dalam bertindak, maka konstalasi politik internasional akan selalu berada dalam bayang2 AS.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: