Rindu…

06Jan12

Jika ada yang saya rindukan saat ini adalah menulis diblog. Kemudian tulisan itu dikomentari oleh teman blogger lain, baik yang saya kenal atau tidak saya kenal. Kemudian, saya klik tautan pada namanya yang mengarah ke halaman blog mereka.

Dan..disetiap halaman blog mereka ada tulisan baru yang belum saya komentari. Saya bener-bener rindu masa-masa itu, 3 atau 4 tahun lalu ketika dunia per-blogan masih ramai. Masa-masa jejaring sosial facebook, g+ dan twitter belum mengambil alih kejayaan blog.

Sekarang blog sepi, hanya beberapa teman yang masih rajin update blog-nya. Biarpun mungkin hanya menulis 1,2 atau 3 bulan sekali.

Gambar dari sini


Galau….

22Dec11

Ha ha ha judulnya alay banget ya sodara, biarin deh sekali-kali gaul kan boleh xixixixi (Red.xixixi adalah salah satu ketawa model gaul saat ini).

Semalam karena sehari sebelumnya ketiban durian runtuh mendapatkan rejeki yang sudah tidak terduga, akhirnya saya menyempatkan waktu selepas magrib shopping bersama kulawarga. Kebiasan lama sewaktu bujang yang sudah lama saya tinggalkan, karena keterbatasan waktu dan tentu saja keterbatasan fulus yang memang akhir-akhir ini selalu saja terdengar klise tapi memang begitu adanya, untuk pemenuhan kebutuhan primer keluarga ha ha.

Semenjak pindah kerja selalu saja ada alasan untuk saya untuk menunda membeli kaos oblong dan celana jeans kesukaan saya. Hampir beberapa kali dalam setahun tempat kerja saya memberikan 1-3 potong baju  dinas gratis  yang harus saya pakai setiap hari. Alhasil hanya hari minggu dan malam saja saya bisa berpakaian santai. Memakai jeans? entah kapan saya terakhir kali memakainya..mungkin sudah 3 tahun yang lalu.

Sampai di toko baju, pilih sana pilih sini baju, ganti toko sana toko sini berasa baju semua gak ada yang pantes dipake. Bukan warna atau desain yang jelek, bukan harga yang terlalu saya risaukan, masalahnya satu setiap kali saya mencoba kaos oblong nampak perut saya kelihatan agak menonjol keluar alias buncit.

Wew…ada apa denganku? apakah gaya hidup saya belakangan ini memberi kontribusi terhadap hilangnya six pack di perut saya.

Saya bener-bener Galau…

* Gambar dibawah ini adalah ilustrasi menu makan siang saya beberapa bulan terakhir ini yang berhasil saya dokumentasikan


Wew, itu mungkin kalimat pertama yang terlontar ketika pertama kali menginjakan kaki di Pantai yang berada di antara bebukitan gunung kapur di tenggara kota Wonosari ini. Saya tidak menyangka diantara bebukitan yang kering dan tandus, ada permata dibaliknya.
Pantai yang berada disebalah timur pantai Baron, Kukup dan Krakal ini, tampak lebih asri dan sejuk untuk dipandang. Hamparan pasir putih, lumut-lumut yang terhampar di sepanjang pantai menambah exotisme pantai ini.

Kali pertama ini saya bisa menikmati wisata pantai yang cocok dengan hati. Biasanya saya ogah-ogahan kalau diajak wisata pantai..abis panas dan muka mudah kena terbakar matahari, yang ujung-ujungnya kulit jadi perih dan mengelupas kalo lama-lama di pantai.
Kemaren saja, sebenarnya gak sengaja mau ke Pantai Sundak ini, langsungan dari sungkem lebaran ke sanak saudara, langsungan wisata tak terjadwal deh…xixiixi

Ketika kaki menginjakan kaki di air, belum-belum saya sudah disambut hewan berambut tajam ini, bulu babi orang bilang.

Ampir saja keinjek, untung saja istri sayah lihat, alhasil kaki saya selamat dari gangguan duri yang tajam..:D. Ada dua bulu babi yang saya temui, yang satu durinya tajem, yang satu lebih tumpul, dua-duanya saya bawa pulang dan dua-duanya mati, saya menyesal sudah membawanya pulang.

Pantai ini, memang kaya akan biota laut, ada beberapa hewan selain kerang yang saya temui di pantai ini. Dari satwa yang mirip bintang laut, cacing, kerang-kerang yang hidup, bahkan rumput laut-pun ada.

Pemandangan alamnya saya bilang yahuud, cewek-ceweknya yang bening, airnya yang jernih, hamparan pasir putih dan lumut yang bertebaran diatas pantai sangat rekomended untuk dieksplorasi lebih lanjut.

Well, sebenarnya kemaren belum pada puas maen-maen disana, berhubung di rumah ada acara, waktu berwisata terpaksa di akhiri lebih awal. 3.30 sore cekout dari sana.

Untuk menuju pantai ini bisa anda tempuh kurang lebih 2 jam dari pusat kota Yogyakarta, melewati jalan menanjak dan menurun, berkelok-kelok diantara bebukitan karst yang tandus. Beidewei, asal-usul pantai ini beserta mitosnya, bisa anda baca disini ya


bug facebook
Sebenarnya saya sudah lama punya uneg-uneg ini tapi lumayan lama juga saya pendam.
Semenjak kehadiran facebook, terus terang saya kurang begitu antusias untuk ikut-ikutan daftar atau untuk ikut-ikutan add friends sebanyak-banyaknya. Walaupun saya akui akhirnya setelah lama saya daftar facebook juga, karena alasan ada grups yang harus saya ikuti yg mewajibkan punya akun di facebook. Itupun saya mendaftar pakai email asal-asalan bukan menggunakan email primer atas nama saya sendiri.
Kecurigaan saya muncul, setelah ada banyak notifikasi muncul di email primer saya yang dikirim oleh facebook. Saya diamkan berbulan-bulan saja, karena saya tidak merasa mendaftarkan email primer tersebut di facebook. Paling-paling ada orang iseng, yang asal memasukan email untuk add-add saja barangkali.
Tetapi notifikasi dari facebook tempo hari, membuat saya penasaran. Karena ada tulisan teman anda Si A meminta anda sebagai temannya, loh……teman yang mana? perasaan saya gak mendaftar di facebook pakai email itu?
Akhirnya saya login di facebook, dan …memang tidak pernah berhasil, la emang kenyataannya saya tidak pernah mendaftarkannya.
Akhirnya kejengkelan saya memuncak, saya reset password melalui pilihan email.
Dan konfirmasi password barupun masuk ke inbox email saya.
Dan sayapun berhasil masuk ke akun facebook ORANG yang saya tidak kenal. ORANG yang sudah mendaftar di facebook memakai email saya.
Saya sempat berpikir, kenapa ORANG ini bisa mendaftar menggunakan email saya? jangan-jangan email saya di hack passwordnya?
atau mungkinkah proses pendaftaran di facebook bisa menggunakan nomor telepon dan email?
atau dia mendaftarkan facebook menggunakan nomor telepon, dan mengirimkan notifikasi ke alamat email saya?
Ah embuhlah…saya gk mau ambil pusing, saya deactive akun facebook itu…dan terus terang BUG di facebook ini sedikit membuat saya ill feel sama pesBug.

Gambar dr sini


Cerita ini saya ambil dari cerita emaknya L alias istri saya. Ceritanya istri saya punya temen yang dapat beasiswa sekolah di Amerikah alias unaitid stet dari perusahaan tempat dia bekerja. Bisa dibilang akbrab juga sih, mengingat mereka sudah bersahabat sejak jaman sekolah di SMP. Lagian setau saya, dulu jaman masing ngecengin istri yang jaman dulu masih berstatus belum siapa-siapa saya :D kekna temennya ya cuma dia yang sekolah di Amerika itu.
Biasalah kalo temen atau ada sodara pergi-pergi biasanya bawain oleh-oleh buat cinderamata buat orang dirumah atau buat sodara atau temen.
Ya termasuk bini saya itu, kebagian juga oleh-oleh biarpun cuma gantungan kunci berbentuk patung liberty.
Berhubung biasa cuma piknik di dalam domestik saja, dapat cindera mata agak berba-bau luwar negeri seneng juga dong istri saya, disimpen di laci gak pernah dipakai. “Sayang nanti rusak, jauh belinya katanya”
E’ladalah, gak sengaja pas bersih-bersih laci, istri saya menemukan tulisan dibawah gantungan kunci tercantum buatan “Made in China”. Ya, kecewalah dia, saya sih cuma nyengir kuda saja.
Gendeng saja, negara segede Amerika saja bisa dimasuki oleh produk China. Kirain hanya bangsa kita saja yang sedang dijajah oleh produk-produk China. Lha gimana gak dijajah? orang saya nyariin maenan buat anak saya si L, ampir 95% buatan alias made in China. Gak puzzle, gak mobil-mobilan atau pistol-pistolan kebanyakan dibuat disono….
Asli deh mau banggain produk buatan dalam negeri saja kekna susyaaaah banget.



Sejak, mendapat kepercayaan dari juragan untuk mengikuti beberapa diklat di luar kota, saya baru tahu ternyata ada moda transportasi lain selain bus, kereta, pesawat yang bisa kita pakai secara nyaman.
Namanya travel, bentuknya kek mobil-mobil biasa tipenya juga macem-macem, tinggal pilih sesuai kebutuhan dan keinginan. Berbagai jurusan biasanya bervariasi banyak tersedia.
Yang saya suka dari travel, adalah fleksibilitas waktu yang bisa kita tentukan dan kadang kita bisa nawar sama supir biar dianterin sampe pintu rumah :mrgreen:
Soal kenyamanan saya pastikan sampeyan bisa tidur dengan nyenyak tanpa gangguan pedagang asongan, pengamen atau sebagainya. Dan paling saya sukai dibanding bus, travel ini paling cuma sesekali berhenti buat makan atau mampir di Masjid untuk sholat. Untuk yang terakhir ini, tergantung tingkat keimanan si supir, kadang ada supir yang berenti saat inget makan doang, tapi saat ibadah lupa atau ngelupa :mrgreen:

Info : Ada yang unik dari sifat supir travel ini adalah mereka punya restoran atau tempat makan tersendiri khusus buat kalangan travel sendiri, jadi saat ditempat parkir isinya ya begitu banyak jenis travel yang mampir
buat nganter si empu-nya yang kelaperan.. :mrgreen:


Well, 3 tahun sudah saya menjadi seorang ayah. Ayah dari seorang anak yang sedang tumbuh secara jasmani, rohani dan psikologi.
Secara karakter, anak saya tidak beda sama anak cowok lain yang suka perang-perangan, suka maen pistol-pistolan dan semacamnya yang jelas sangat berbeda dengan kakak sepupunya perempuan yang feminis dari segi mainan dan tingkah lakunya.
Hampir tiap selepas Sholat Magrib, agenda saya adalah meladeni acara perang-perangan dengan anak saya. Dan tentu saja saya harus selalu berada dalam posisi kalah untuk menyenangkan anak saya…biarpun sebenarnya hati ini tidak rela kalah terus :mrgreen:
Continue reading ‘Tuhan Itu Tidak Ada, Yah……’


Keinginan…

04Apr11

Terlalu banyak keinginan yang mengggumpal.
Mengendap dan entah kapan terealisasi…
Satu persatu kabur…dan hilang……….


Kekakuan…

03Nov10

Lama gk nulis, jadi bingung mau nulis apa?….
Memprihatinkan sekali…….


Hambar…….

24Jul10

Asap masih mengepul, ketika saya mencicipi semangkuk bakso itu. Masih terasa hambar, antara panas dan bumbu yang mencampur..kelu tidak berasa.
12.00 tepat, ketika saya pacu motor renta itu menuju warung bakso favorite saya nun jauh ada diseberang sebuah Universitas terkenal itu. Sendiri.

Cukup jauh, tempat makan siang saya hari ini, sengaja. Saya rindu akan khas rasa dan aroma, Tidak bisa di bohongi saya juga rindu suasana dan kenangan tempat itu..ketika masih bersama teman-teman sepekerjaan ditempat lama, se-iya se-kata berburu kuliner untuk makan siang.

Tambahan sedikit garam dan cuka, tidak merubah rasa yang terasa hambar. Aneh..padahal saya rasakan tidak ada yang berubah dari rasa dan tekstur bola-bola lembut bakso ini. Tapi tetep saja terasa hambar.

Panas yang menyinari meja, membuat saya melongo menatap jalanan yang hiruk pikuk dan macet. Menerawang kosong dan jauh…Ada yang hilang…ada yang kurang.

Teringat ditempat ini, saya biasa memesan 8 mangkok bakso untuk kami berempat..ya 8 mangkok, kadang itu-pun masih kurang dan disambung makan duren di selatan GOR.
Itu dulu…saat sebuah pertemanan menjadi bumbu nikmat yang tidak akan pernah bisa terbeli.

Gambar dari sini




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.